TAKTIK AJI SANTOSO DALAM PIALA PRESIDEN 2017
Aji Santoso memenuhi janjinya. Arema FC bermain atraktif dan menyerang pada final turnamen pramusim Piala Presiden 2017 dan menang 5-1 atas Pusamania Borneo FC di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Minggu (12/3/2017).Hanif Sjahbandi membuka skor untuk Singo Edan pada menit ke-30, lalu bunuh diri Michael Yansen Orah membawa Arema unggul 2-0 delapan menit kemudian. Setelah itu giliran striker gaek Cristian Gonzales yang menunjukkan ketajamannya dengan mencetak tiga gol pada menit ke-42, 53, dan 64.
PBFC mendapat gol hiburan melalui Firly Apriansyah pa menit ke-69.
Strategi yang diterapkan Aji, sang pelatih Arema, rupanya berjalan dengan baik dan berhasil meredam kekuatan PBFC, tim kuda hitam yang tanpa diduga berhasil maju hingga final.
Pada laga final itu tak terlihat kekuatan pertahanan dan disiplin permainan Pesut Etam yang sebelumnya menjadi modal utama mereka, termasuk saat menyingkirkan juara bertahan Persib Bandung di semifinal.
Dalam konferensi pers usai pertandingan yang juga disaksikan Presiden Joko Widodo itu, Aji membeberkan rahasia kesuksesan timnya.
Pertama, jelas pelatih berusia 46 tahun, adalah tidak menyerang dengan bola lambung langsung ke jantung pertahanan PBFC karena lawan lebih unggul dalam duel udara.
"Rekor pertahanan PBFC sebenarnya bagus. Mulai dari babak penyisihan, mereka terkenal dengan pertahanan yang sangat kokoh. Tapi kami sudah pantau dengan baik apa yang jadi kelemahan mereka," tutur Aji, dikutip Sindonews.
Kelemahan itu, lanjut sang pelatih, bisa dikoyak menggunakan kombinasi umpan pendek 1-2 saat memasuki sepertiga pertahanan lawan, tidak mencoba menerobosnya menggunakan umpan lambung.
Sementara, saat bertahan, dia meminta Arthur Cunha dkk untuk mewaspadai bola lambung yang diarahkan pada striker PBFC bertinggi badan 1,94 meter, Reinaldo Elias da Costa.
"Saya selalu menginstruksikan kepada pemain agar saling cover saat duel. Kalau pemain yang berduel tidak dapat bola, pemain kami masih bisa dapat bola," ucap Aji.
Absennya gelandang Ahmad Bustomi, yang mesti menghadiri pernikahan sang adik, sempat disebut bakal menjadi kelemahan Arema. Namun Adam Alis rupanya bisa memainkan peran pengganti dengan baik.
Adam tampak bisa mengatur tempo permainan, mengumpan dengan baik, dan menutup pergerakan pengatur serangan PBFC, Asri Akbar.
Tak heran jika pada akhir pertandingan, panitia penyelenggara Piala Presiden 2017 menganugerahkan gelar Pemain Terbaik kepada gelandang berusia 23 tahun itu.
Kunci terakhir kemenangan Arema malam itu tentu saja ketajaman Cristian Gonzales. Penyerang berusia 40 tahun itu membuktikan dirinya belum habis dan bisa memaksimalkan setiap peluang yang didapatnya.
Gonzales pun menjadi Pencetak Gol Terbanyak turnamen ini dengan total torehan 11 gol.
Sementara itu, meski kalah dengan skor telak, pelatih PBFC Ricky Nelson, mengutip Surya Malang, tetap memuji perjuangan para pemainnya di lapangan.
"Saya tetap berikan apresiasi setinggi-tingginya atas usaha pemain. Meskipun harus kemasukan banyak gol tapi mereka tetap berusaha memberikan perlawanan," kata Ricky.
Keluarnya bek asal Jepang Yamashita Kunihiro karena cedera pergelangan kaki kanan pada menit ke-24, menurut Ricky, mengubah arah permainan yang sebelumnya berjalan relatif imbang.
"Cedera Yamashita kendala dan bencana buat kami. Dirkir (Kohn Glay, bek PBFC II) sangat drop, dia kaget. Cederanya pukulan telak buat kami. Mental kami benar-benar hancur setelah Yamashita keluar," kata sang pelatih kepada Goal.com.
"Saya apresiasi perjuangan para pemain. Kami tidak pernah dilihat orang. Peringkat kedua kami syukuri. Ini final, mereka (Arema) pantas juara karena coach Aji mampu meramu tim dengan luar biasa. Kami tidak bisa keluar dari tekanan," tambahnya.
Atas keberhasilannya menjuarai Piala Presiden 2017, Arema FC mendapatkan hadiah uang Rp3 miliar, sementara PBFC diganjar Rp2 miliar sebagai runner-up.
Adam Alis diganjar Rp150 juta untuk gelar Pemain Terbaik. Sementara, sebagai Pencetak Gol Terbanyak, pundi-pundi Gonzales bertambah Rp100 juta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar